June 3, 2026

PGRI Gunungkidul

Website PGRI Gunungkidul

Selamat Jalan Sahiri Hermawan


Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua PB PGRI)

Hidup kita hakekatnya hanya sesaat, kemarin, hari ini dan esok. Namun khidmat kita semasa hidup dan apa yang kita tinggalkan untuk sesama adalah abadi. Usia memang tidak panjang namun apa yang sudah kita lakukan akan abadi.

Ilmu yang bermanfaat, yang telah kita berikan pada sesama diantara amalan yang terus mengalir sampai ke alam kubur. Termasuk _insyaallah_ pejuang organisasi PGRI almarhum Sahiri Hermawan yang wafat pada hari ini Senin tanggal 1 Februari tahun 2021 di Rumah Sakit Adven bandung.

Sahiri Hermawan adalah pejuang guru yang low profile. Ia mantan Ketua PGRI Jawa Barat dan Mantan Ketua PB PGRI. Tentu ilmu yang bermanfaat kepada entitas guru Indonesia melaui kanal perjuangan PGRI sudah cukup banyak. Ia pejuang senior dan penuh ilmu. Insyaallah segala amalannya akan mengalir deras ke kuburnya.

Sebelumnya kita kehilangan para tokoh PGRI yang luar biasa dengan khas “amal” yang ditinggalkannya. Misal Basyuni Suriamiharja berjasa meninggalkan tanah dan gedung PGRI di Jakarta Pusat. Prof. Surya berjasa lahirnya TPG sehingga setiap guru menjadi sejahtera. Dr. Sulistiyo sangat sayang guru honorer, sekitar 1,1 juta guru honorer menjadi PNS.

Semua pejuang organisasi punya khas dan karakter kooperatifnya. Sungguh mulia para pejuang nasib guru dan pejuang organisasi PGRI yang selalu memberi nafas perjuangan dengan tulus. Mereka memberi hidup, memberi nafkah untuk PGRI dalam bentuk tenaga, pikiran dan bahkan fasilitas pribadi.

Tidak ada amalan yang lebih baik selain memberi, bukan mendapatkan. Begitu pun diorganisasi, kita harus banyak memberi. Setidaknya memberi idealisme, pemikiran, kritik konstruktif dan menyumbangkan harta yang kita miliki. Alam punya hukumnya. Siapa yang menebar akan menuai. Siapa kita akan disimpulkan saat kita tiada.

Selamat jalan Sahiri Hermawan. Sosok ulet, low profile, kooperatif, matang dan bersahaja. Almarhum telah memberi hidup PGRI bukan mencari hidup di PGRI. Apa yang telah diberikan pada PGRI dan segala amalan selama di dunia, kini Ia akan petik di keabadian.

Benar pepatah bijak mengatakan, “Tidaklah penting berapa lama kita pernah bersama _karena waktu hakekatnya sesaat_ namun yang jauh lebih penting adalah sejauh mana kebersamaan itu memberikan manfaat”. Nama kita akan abadi ketika kita memberikan “makna” dan manfaat pada kehidupan sesama.

Apa yang sudah kita buat? Apa yang sudah kita berikan? Apa yang sudah kita sumbangkan? Apa yang sudah kita perjuangkan? Karya apa yang sudah kita ciptakan? Setidaknya mari kita perbuat yang terbaik bagi sesama walau pun kecil. Harimau mati meninggakan belang, manusia mati meninggalkan kenangan kebaikan, manfaat dan karya.

Kita lahir dari rahmat Allah, hidup mencari rahmat Allah dan kembali pada rahmat Allah. Saya doakan semua pengurus PGRI mulai dari ranting sampai PB PGRI selalu sehat dan mampu memberikan makna pada kebatinan guru seluruh Indonesia. Khitah PGRI dari guru oleh guru untuk guru! Sejatining guru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.